Cara Lakukan Instalasi Fire Alarm Dengan Benar

Fire alarm adalah alat yang sangat dibutuhkan untuk mendeteksi adanya kebakaran. Umumnya penggunaan fire alarm ini digunakan pada gedung – gedung rumah sakit, kantor, apartemen dan lain sebagainya.

Dalam menginstalasi fire alarm terdapat dua sistem yaitu sistem konvesional dan juga sistem addresable. Namun, sistem addresable merupakan sistem yang tergolong mahal dalam proses pengibstalan. Oleh karena itu di Indonesia lebih banyak menggunakan sistem konvesional karena selain lebih murah ketimbang sistem addresable, dalam pemasangannya siatem konvesional ini lebih mudah dan simple.

Agar tidak terjadi kesalahan saat melakukan pemasangan fire alarm, kamu dituntut untuk menggunakan jasa kontraktor mekanikal elektrikal dari perusahaan jasa pemasangan fire alarm. Hal ini dikarenakan para kontraktor tersebut memiliki sertifikat kerja, jadi pemasangan fire alarm yang mereka lakukan sesuai dengan Standar Nasional Indonesia.

Cara Melakukan Instalasi Fire Alarm

Ada beberapa cara yang harus dilakukan agar dapat melakukan proses instalasi fire alarm dengan benar, di mana harus memperhatikan segala aspek. Lalu apa saja cara untuk melakukan instalasi fire alarm? Cara untuk lakukan instalasi fire alarm adalah sebagai berikut:

1. Mempersiapkan Peralatan

Sebelum melakukan suatu hal yang paling pertama adalah mempersiapkan alat yang akan digunakan sebelum melakukan instalasi fire alarm. Alat yang biasanya digunakan adalah detector, fire alarm bell, indicating lamp, dan panel control.

2. Hubungkan Alat yang Telah Disiapkan

Setelah selesai dalam melakukan persiapan alat – alat yang akan digunakan kamu dapat mulai menghubungkannya satu persatu. Yang pertama, kamu dapat hubungkan panel control pada detector kamu bisa melakukannya dengan sistem konvensional atapun addresable. Setelah panel control dan juga detector terhubung langkah selanjutnya adalah kamu biasa menghubungkan alat lainnya yang tadi sudah disiapkan.

3. Penempatan Lokasi Panel Control

Setelah selesai melakukan penghubungan alat – alat, langkah selanjutnya adalah menentukan lokaso yang cocok dalam penempatan panel control. Mengingat agar lebih mudah dalam melakukan perbaikan jika sewaktu – waktu terjadi kerusakan, kamu dapat memilih lokasi penempatan panel control pada area yang luas dan mudah dijangkau seperti pos security.

4. Penentuan Lokasi Pemasangan Detector

Langkah selanjutnya dalam melakukan proses pemasangan fire alarm adalah penentun lokasi serta pembagian zona – zona detector. Dalam penentuan detector kamu harus memperhatikan aspek ruangan. Karena tipe ruangan berbeda – beda seperti ada yang panas dan juga dingin, maka kamu harus memperhatikan hal tersebut. Untuk ruangan yang miliki hawa panas kamu dapat menggunakan fixed heat detector dan apabila ruangan umum kamu bisa menggunakan smoke detector. Hal ini dikarenakan agar fire alarm tidak mudah begitu saja berbunyi apabila suhu panas dan ada asap.

5. Melakukan Pengetesan

Melakukan pengetesan adalah tahap terakhir dalam penginstalan fire alarm oleh kontraktor hvac.  Dalam melakukan pengetesan, yang pertama harus dilakukan adalah menarik kabel FRC secara bersama – sama dengan sinyal input detector. Hal ini dikarenakan agar kamu dapat mengetahui apakah sinyal input pada detector dapat berfungsi dengan baik atau tidak, jadi ketika ada kesalahan dalam proses instalasi dapat segera diketahui dan dapat diperbaiki dengan segera.

Manfaat Gunakan Fire Alarm

Manfaat dari penggunaan fire alarm pada gedung kantor, rumah sakit, pabrik, dan partemen ini adalah untuk sebagai pengingat dini apabila terjadi kebakaran. Hal ini tentunya sangat berguna untuk meminimalisir terjadinya pembesaran api dan juga jatuhnya korban jiwa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *